Jambi River Cleanup: Aksi Renang Sambil Memungut Sampah di Sungai Batanghari

Sungai Batanghari, sebagai sungai terpanjang di Sumatra, merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat Jambi sejak berabad-abad lalu. Namun, tantangan polusi sampah plastik masih menjadi masalah serius yang mengancam ekosistem sungai ini di tahun 2026. Menanggapi kondisi tersebut, muncul sebuah gerakan heroik dari komunitas perenang lokal yang menginisiasi program Jambi River Cleanup. Berbeda dengan aksi pembersihan biasa yang dilakukan dari atas perahu, para relawan ini memilih untuk terjun langsung ke dalam sungai, berenang menyisir tepian dan dasar sungai untuk mengambil sampah-sampah yang tersangkut di akar pohon atau tenggelam di sela-sela bebatuan.

Aksi berenang sambil memungut sampah ini membutuhkan keberanian dan keterampilan fisik yang tinggi karena arus Sungai Batanghari yang terkadang tidak terduga. Para peserta di Jambi biasanya bergerak dalam tim kecil yang dilengkapi dengan jaring penampung sampah portabel yang diikatkan pada tubuh mereka. Mereka fokus pada sampah plastik sekali pakai, ban bekas, hingga limbah rumah tangga yang menghambat aliran air dan merusak habitat ikan lokal. Dengan berenang langsung, para relawan dapat menjangkau sudut-sudut sungai yang sulit dijangkau oleh perahu pembersih besar, menjadikan proses pembersihan ini jauh lebih mendalam dan menyentuh akar permasalahan di lapangan.

Pentingnya aksi ini bukan hanya terletak pada jumlah sampah yang berhasil diangkat, melainkan pada pesan moral yang disampaikan kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai. Melihat sekelompok orang bersusah payah berenang di Sungai Batanghari demi memungut sampah menciptakan dampak psikologis yang kuat bagi warga untuk berhenti membuang sampah ke sungai. Gerakan ini juga didukung oleh pemerintah daerah yang menyediakan fasilitas pengolahan sampah segera setelah tim renang mendarat di titik-titik pengumpulan. Edukasi mengenai bahaya mikroplastik bagi kesehatan manusia melalui konsumsi ikan sungai juga menjadi materi yang rutin dibagikan selama kegiatan berlangsung.

Tantangan utama dari kegiatan ini adalah masalah kebersihan air sungai itu sendiri yang terkadang tercemar oleh sedimen dan limbah industri. Oleh karena itu, para perenang dilengkapi dengan pakaian pelindung khusus dan secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Di tahun 2026, teknologi sensor kualitas air portabel mulai digunakan oleh tim River-Cleanup untuk memetakan titik-titik mana yang memiliki tingkat pencemaran paling tinggi.