Kegiatan yang paling menyedot perhatian massa adalah Lomba Renang Sungai Batanghari tradisional yang dilakukan melintasi lebar sungai yang cukup menantang. Berbeda dengan berenang di kolam yang jernih dan tenang, berenang di sungai membutuhkan keahlian khusus dalam membaca arus dan menjaga stamina di tengah turbulensi air yang alami. Para peserta adalah warga lokal yang sejak kecil sudah terbiasa mandi dan bermain di sungai, menunjukkan ketangkasan fisik yang luar biasa natural. Mereka bertanding dengan penuh sportivitas, diiringi sorak-sorai penonton yang memadati jembatan-jembatan yang melintasi sungai tersebut. Pemandangan ratusan orang yang serentak menceburkan diri ke sungai menciptakan harmoni visual yang melambangkan kedekatan manusia dengan alamnya.
Fokus utama acara ini adalah mengeksplorasi keunikan Sungai Batanghari sebagai aset wisata sejarah dan alam yang tak ternilai harganya. Di sepanjang tepian sungai, dibangun berbagai dermaga sementara yang menampilkan sejarah kerajaan-kerajaan besar yang pernah berjaya di wilayah ini. Wisatawan yang datang tidak hanya disuguhi perlombaan atletik, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya restorasi sungai dari limbah dan pendangkalan. Melalui ajang olahraga, pesan konservasi tersampaikan dengan lebih efektif karena orang-orang diingatkan kembali betapa berharganya sungai tersebut bagi kehidupan mereka di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang bagi anak cucu mereka nanti.
Kualitas penyelenggaraan yang semakin profesional dari tahun ke tahun membuat event ini mulai dikenal sebagai sesuatu yang Memukau Dunia internasional. Beberapa pengamat pariwisata luar negeri mulai melirik kegiatan ini sebagai bentuk sport tourism yang sangat otentik dan sulit ditemukan di tempat lain. Narasi tentang “manusia sungai” menjadi daya tarik bagi para fotografer mancanegara untuk menangkap momen-momen emas saat matahari terbenam dengan latar belakang para perenang yang berjuang mencapai garis finis. Peningkatan atensi global ini diharapkan dapat mendorong pemerintah pusat untuk memberikan dukungan lebih besar dalam hal infrastruktur pendukung di sekitar kawasan sungai agar lebih nyaman bagi kunjungan wisatawan berskala besar.
Menjelang akhir acara, dilaksanakan upacara adat sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran lomba dan melimpahnya hasil bumi dari aliran sungai. Semua peserta, baik yang menang maupun yang belum beruntung, merayakan kebersamaan dengan makan besar di atas rakit yang dirangkai sedemikian rupa. Keberhasilan acara ini mempertegas posisi Jambi sebagai daerah yang sangat menghormati akar budayanya. Dengan terus menjaga tradisi renang sungai ini, masyarakat Jambi secara tidak langsung sedang menjaga benteng terakhir pertahanan lingkungan hidup mereka. Sungai Batanghari akan terus mengalirkan cerita tentang ketangguhan, kebersamaan, dan keindahan sebuah peradaban yang lahir dari riak-riak air yang tak pernah putus.
