Mengenang Sang Legenda: Pelatih Renang Jambi yang Mengubah Wajah PRSI

Dalam sejarah perkembangan olahraga di Indonesia, seringkali sosok di belakang layar justru memiliki pengaruh yang lebih besar daripada sang atlet itu sendiri. Di tanah Jambi, terdapat sebuah nama yang selalu dibicarakan dengan nada penuh hormat di setiap perkumpulan olahraga air. Melalui narasi ini, kita mencoba mengenang sang legenda yang dedikasinya tidak hanya sebatas pada teknis renang, tetapi juga pada reformasi organisasi yang mendasar. Beliau adalah arsitek di balik sistem pembinaan yang sistematis, yang pada masanya berhasil membawa Jambi keluar dari bayang-bayang provinsi besar di Jawa.

Perjalanan beliau dimulai dari sebuah kolam renang sederhana di jantung Kota Jambi. Sebagai seorang pelatih renang, beliau dikenal dengan disiplinnya yang besi namun memiliki hati yang sangat peduli terhadap kesejahteraan atletnya. Beliau percaya bahwa seorang juara tidak hanya dibentuk dari latihan fisik yang keras, tetapi juga dari pembentukan karakter yang kuat. Di masa kepemimpinannya, jam latihan bukan hanya tentang berapa kilometer yang ditempuh, tetapi tentang bagaimana memahami arus air dan menguasai diri sendiri. Metode kepelatihan beliau yang melampaui zaman seringkali dianggap eksentrik oleh rekan-rekannya, namun hasil di lapangan membuktikan kehebatannya.

Pengaruh beliau yang paling signifikan adalah saat mulai terlibat aktif dalam jajaran kepengurusan PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) di tingkat daerah. Beliau melihat bahwa birokrasi yang kaku seringkali menjadi penghambat kemajuan atlet. Dengan visi yang progresif, beliau mulai merombak struktur organisasi, memastikan bahwa dana pembinaan benar-benar sampai ke tangan yang tepat dan kompetisi tingkat daerah dijalankan secara profesional. Perubahan ini membawa angin segar bagi dunia akuatik di wilayah tersebut, menciptakan ekosistem yang transparan di mana setiap bibit unggul memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar.

Langkah berani yang diambil oleh beliau berhasil mengubah wajah olahraga air di Jambi secara drastis. Jambi mulai dikenal sebagai pabrik perenang jarak menengah dan jauh yang tangguh. Beliau seringkali berkeliling ke daerah-daerah terpencil di pinggiran sungai Batanghari hanya untuk mencari anak-anak dengan kapasitas paru-paru yang luar biasa, kemudian membawa mereka ke kota untuk dilatih secara profesional. Visi “jemput bola” ini adalah sebuah revolusi dalam pencarian bakat di masa itu. Tidak heran jika dalam beberapa dekade, nama Jambi seringkali menghiasi podium juara di ajang nasional.