Sungai Batanghari merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat Jambi sejak berabad-abad yang lalu. Namun, seiring dengan modernisasi, fungsi sungai sebagai ruang publik mulai tergeser. Melihat fenomena ini, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jambi menginisiasi program Revitalisasi Renang Sungai sebagai upaya untuk menghidupkan kembali tradisi berenang di perairan terbuka. Program ini bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga merupakan gerakan sosial untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai yang menjadi kebanggaan daerah tersebut.
Inti dari gerakan ini adalah penyelenggaraan Kompetisi Budaya yang menggabungkan ketangkasan renang dengan unsur-unsur lokal. Peserta ditantang untuk berenang melintasi sungai sambil membawa atribut tradisional atau melakukan simulasi kegiatan nelayan zaman dahulu. Suasana kompetisi yang meriah di sepanjang tepian Batanghari menarik perhatian ribuan warga, yang pada akhirnya menumbuhkan kembali rasa memiliki terhadap sungai mereka. Dengan menjadikan sungai sebagai arena olahraga bergengsi, stigma bahwa sungai adalah tempat pembuangan sampah secara perlahan mulai luntur di benak generasi muda Jambi.
Fokus pada Kebersihan Air menjadi prasyarat mutlak sebelum kompetisi dimulai. PRSI Jambi bekerja sama dengan dinas lingkungan hidup untuk melakukan uji laboratorium secara rutin guna memastikan air sungai aman bagi kulit manusia. Sebelum acara puncak, komunitas renang dan warga sekitar mengadakan aksi gotong royong massal untuk membersihkan sampah plastik di sepanjang lintasan lomba. Aksi nyata ini memberikan pesan kuat bahwa olahraga yang sehat hanya dapat lahir dari lingkungan yang sehat pula. Sungai yang bersih bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi sarana latihan yang murah dan efektif bagi para atlet renang perairan terbuka.
Metode pembinaan yang diterapkan Ala PRSI Jambi ini tergolong unik karena memanfaatkan kearifan lokal dalam melatih ketahanan fisik. Arus sungai yang dinamis memberikan beban latihan alami yang tidak didapatkan di kolam renang konvensional. Para pelatih mengajarkan teknik membaca arah arus dan cara menghemat energi saat berenang melawan aliran air. Kemampuan ini sangat krusial bagi pengembangan atlet nasional yang akan diterjunkan pada nomor renang perairan terbuka (open water swimming). Dengan latihan rutin di sungai, para atlet Jambi memiliki keunggulan fisik dalam hal adaptasi terhadap kondisi perairan yang liar dan tidak terduga.
